Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Di Tengah Tuntutan Keadilan bagi OAP, Pemuda Mimika Bersatu Datang dengan Aspirasi Multisektor

Di Tengah Tuntutan Keadilan bagi OAP, Pemuda Mimika Bersatu Datang dengan Aspirasi Multisektor

BRIMO

Suara Damai di Mimika: OKP-Ormas Pemuda Mimika Bersatu Sampaikan Tuntutan Multisektor ke DPRK

INFO Tanahmerah– Di tengah gejolak yang kerap menyelimuti beberapa wilayah di Tanah Papua, Kabupaten Mimika justru menampilkan wajah yang berbeda pada Selasa (2/9/2025). Alih-alih mengedepankan aksi turun ke jalan yang berpotensi anarkis, puluhan perwakilan dari Aliansi OKP-Ormas Pemuda Mimika Bersatu memilih jalan dialog yang elegan dan konstitusional. Mereka melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) langsung dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, menyampaikan segudang aspirasi yang mencerminkan kepedulian mendalam terhadap nasionalisme, keadilan, dan kesejahteraan rakyat.

Aksi damai yang berujung pada dialog produktif ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, dan berlangsung dalam suasana kondusif. Meskipun ratusan aparat gabungan telah disiagakan selama beberapa hari untuk mengantisipasi hal terburuk, suasana justru diwarnai oleh ketenangan dan semangat menyelesaikan masalah bersama-sama.

Daftar Tuntutan: Dari Nasional Hingga Akar Rumput

Pemuda Mimika Bersatu tidak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa seperangkat tuntutan yang komprehensif, menyentuh persoalan nasional yang sedang panas hingga isu-isu spesifik yang membelit masyarakat Mimika. Tuntutan-tuntutan tersebut menunjukkan tingkat literasi politik dan kesadaran hukum yang tinggi dari para pemuda.

1. Penolakan Kenaikan Gaji dan Pajak yang Memberatkan Rakyat.
Tuntutan pertama mereka bersifat nasional dan sangat relevan dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Mereka secara tegas menolak kenaikan gaji dan tunjangan perumahan bagi anggota legislatif di semua level (DPR/MPR/DPD RI hingga DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota). Alasannya jelas: di saat rakyat masih kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk ketidakpekaan elit politik.

Terkait erat dengan itu, mereka juga menolak segala bentuk kenaikan pajak baru oleh pemerintah pusat. Menurut mereka, kebijakan fiskal semacam itu hanya akan menambah beban dan penderitaan rakyat Indonesia, alih-alih menyelesaikan masalah.

Di Tengah Tuntutan Keadilan bagi OAP, Pemuda Mimika Bersatu Datang dengan Aspirasi Multisektor
Di Tengah Tuntutan Keadilan bagi OAP, Pemuda Mimika Bersatu Datang dengan Aspirasi Multisektor

Baca Juga: Detik-detik Mencekam Pedagang Pasar Senen Listrik Padam, Kabur Takut Dijarah

2. Reformasi Total dan Penyelesaian Kasus HAM di Tubuh TNI-Polri.
Aliansi pemuda ini juga menyoroti institusi penegak hukum dan keamanan. Mereka mendesak dilakukan reformasi sistem secara menyeluruh di tubuh TNI dan Polri, dari tingkat pusat hingga daerah. Meski tidak dirinci lebih detail, tuntutan ini mengindikasikan harapan akan adanya perbaikan tata kelola, akuntabilitas, dan profesionalisme di kedua institusi tersebut.

Yang lebih spesifik, mereka mendesak pemerintah pusat dan Komnas HAM RI untuk segera menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua. Tuntutan ini bukanlah hal baru, namun terus didengungkan sebagai bentuk perlawanan terhadap luka sejarah yang belum kunjung sembuh. Mereka juga meminta pengusutan tuntas terhadap kasus kekerasan dan pembunuhan dalam aksi demonstrasi yang terjadi di seluruh Indonesia, menjamin hak untuk berpendapat tanpa dihantui kekerasan.

3. Sorotan Khusus pada Masalah Lokal Mimika.
Sebagai representasi suara akar rumput, tuntutan mereka juga sangat lokalistik dan konkret. Mereka meminta DPRK Mimika untuk:

  • Mengusut tuntas kasus Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal dan tambang emas ilegal yang marak di Distrik Mimika Barat Tengah. Praktik ilegal ini seringkali merugikan negara dan menimbulkan konflik sosial serta kerusakan lingkungan.

  • Memanggil PT Freeport Indonesia dan perusahaan privatisasi lainnya yang beroperasi di Papua Tengah untuk mempertanggungjawabkan komitmen mereka terhadap putra daerah. Mereka menuntut kejelasan jumlah karyawan Orang Asli Papua (OAP) dan prioritas penerimaan bagi pencari kerja yang tinggal dan besar di Tanah Papua. Ini adalah tuntutan klasik yang menyangkut keadilan ekonomi dan distribusi manfaat pembangunan.

4. Komitmen pada Perdamaian dan Sinergi dengan Pemerintah Daerah.
Di balik segala kritik dan tuntutan, pesan terpenting yang disampaikan aliansi ini adalah komitmen mereka untuk menjaga perdamaian. Mereka menegaskan pentingnya bersatu padu dan bersinergi menjaga stabilitas keamanan guna mewujudkan Mimika yang aman, damai, dan bermartabat.

Mereka pun menolak segala bentuk hasutan dan provokasi yang dapat mengganggu stabilitas. Bahkan, secara eksplisit mereka menyatakan mendukung penuh pemerintah daerah dan mensukseskan program-programnya dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mimika. Ini menunjukkan bahwa mereka bukanlah pihak oposan, melainkan mitra kritis yang menginginkan kemajuan bersama.

Apresiasi dari Ketua DPRK: “Luar Biasa dan Perlu Dicontoh”

Respons dari Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, sangat positif. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada perwakilan OKP-Ormas yang menyampaikan aspirasi secara damai dan elegan.

“Hari ini luar biasa. Saya perlu sampaikan apresiasi yang tinggi kepada para perwakilan karena menggelar aksi dengan damai, tanpa kekerasan,” kata Primus. Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil para pemuda ini adalah bukti nyata keinginan mereka untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Mimika.

Pesan Damai dari Mimika untuk Indonesia

Yosep Temorubun, perwakilan OKP-Ormas yang hadir dalam RDP, menyampaikan pesan yang sangat powerful. Ia ingin menunjukkan kepada publik bahwa semua persoalan bisa diselesaikan dengan diskusi dan duduk bersama.

“Jika di tempat lain rekan-rekan kami turun ke jalan, maka kami hari ini memilih untuk bertemu langsung dengan bapak dan ibu dewan (DPRK) dengan damai,” tuturnya.

Pernyataan ini bukan sekadar penutup wawancara, melainkan sebuah pernyataan politik yang berbudaya. Aksi Pemuda Mimika Bersatu menjadi contoh nyata bahwa demokrasi tidak selalu harus diwarnai dengan teriakan dan benturan. Demokrasi dapat berjalan dengan matang melalui dialog yang santun, argumentasi yang tajam, dan komitmen bersama untuk mencari solusi.

Dalam gelombang protes yang sering terjadi di berbagai daerah, suara damai dari Mimika ini layak menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen bangsa: bahwa perubahan yang didambakan bisa dimulai dari ruang rapat, dengan keberanian menyampaikan pendapat dan kerendahan hati untuk mendengarkan.

Klik Disini