Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Di Antara Gemuruh Pegunungan Papua, Satgas Cartenz Tebar Kedamaian lewat Sepak Bola

Di Antara Gemuruh Pegunungan Papua, Satgas Cartenz Tebar Kedamaian lewat Sepak Bola

BRIMO

Tebar Keceriaan di Atas Awan: Satgas Damai Cartenz Bangun Kedamaian lewat Sepak Bola Bersama Anak-anak Puncak Jaya

INFO Tanahmerah– Di antara pegunungan terpencil Puncak Jaya, Papua, di mana udara segar berbaur dengan kabut yang menyentuh puncak-puncak bukit, ada sebuah bahasa universal yang mampu meruntuhkan sekat dan menyatukan hati: bahasa sepak bola. Pada sebuah Senin yang cerah (8/9/2025), pukul 09.00 WIT, lapangan sederhana di Kampung Gurage menjadi saksi bisu sebuah momen istimewa yang jauh lebih berharga dari sekadar kemenangan dalam pertandingan. Di sana, personel Satgas Operasi Damai Cartenz tidak datang dengan senjata dan strategi operasi, tetapi dengan bola dan senyum tulus, untuk bermain bersama anak-anak penerus bangsa.

Kegiatan humanis ini bukan sekadar selingan, melainkan sebuah strategi yang disengaja dan penuh makna. Dihadiri oleh Brigpol Rudi, Briptu Yusuf, Bripda Robet, Bripda Khaidir, dan Bripda Febrian, momen ini adalah upaya nyata untuk merajut kembali tenun sosial yang terkoyak, membangun jembatan kepercayaan yang dimulai dari generasi termuda.

Dari Senjata ke Sepak Bola: Transformasi Pendekatan yang Humanis

Suara tawa riang anak-anak Gurage menggema di lembah, mengalahkan dinginnya pagi. Wajah-wajah polos yang biasanya mungkin melihat seragam dengan rasa curiga, kini bersinar penuh keceriaan dan antusiasme. Bagi sejenak, lapangan itu menjadi stadion dunia mereka. Setiap tendangan bola, setiap sundulan, dan setiap lemparan ke dalam dilakukan dengan semangat dan kebersamaan yang murni.

Di Antara Gemuruh Pegunungan Papua, Satgas Cartenz Tebar Kedamaian lewat Sepak Bola
Di Antara Gemuruh Pegunungan Papua, Satgas Cartenz Tebar Kedamaian lewat Sepak Bola

Baca Juga: Maulid Nabi 1447 H di Boven Digoel Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan Umat

Para personel dengan sukarela melepas jaklap “aparatur” dan berubah menjadi kakak, mentor, dan teman bermain. Mereka tidak hanya mengajarkan teknik menendang bola, tetapi juga nilai-nilai sportivitas, kerja sama tim, dan disiplin—sebuah edukasi kebangsaan yang halus namun mendalam tentang arti bersatu untuk mencapai satu tujuan.

Pernyataan Strategis dari Pimpinan: Kedamaian Dimulai dari Hati

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa momen di Gurage adalah cerminan dari filosofi inti operasi yang dipimpinnya.

“Apa yang terjadi di Kampung Gurage hari ini adalah gambaran nyata dari visi Operasi Damai Cartenz-2025. Kami tidak hanya hadir untuk menegakkan keamanan, tetapi lebih penting lagi, untuk menanamkan harmoni. Kami membangun rasa percaya, memperkuat ikatan emosional antara aparat dan masyarakat. Kedamaian sejati tidak bisa dipaksakan; ia harus tumbuh dari interaksi yang tulus, dari hal-hal sederhana seperti bermain bersama anak-anak ini. Inilah fondasi untuk mewujudkan Papua yang aman, damai, dan penuh harapan,” ujar Brigjen Faizal dengan penuh keyakinan.

Pendapat senada disampaikan oleh Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., yang turut mengapresiasi gelora semangat dari anak-anak Papua.

“Antusiasme mereka luar biasa. Ini adalah pertukaran energi yang positif. Anak-anak menyambut dengan keceriaan yang murni, sementara personel kami membalasnya dengan perhatian dan kasih sayang yang tulus. Inilah bukti nyata bahwa kedamaian tidak dibangun di atas meja perundingan atau melalui operasi militer semata, tetapi dibangun dari hubungan hati ke hati yang hangat dan manusiawi,” ungkap Kombes Adarma.

Lebih dari Sekadar Permainan: Sebuah Investasi untuk Masa Depan Papua

Aktivitas bermain bola ini adalah microcosm dari transformasi besar yang sedang diupayakan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di tanah Papua. Pendekatan yang digunakan telah bergeser dari yang semata-mata represif dan konfrontatif menjadi dialogis dan humanis. Personel Polri tidak hanya diharapkan sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai agen perdamaian yang bisa menjadi sahabat, pelindung, dan bagian dari komunitas yang dapat diandalkan masyarakat dalam suka dan duka.

Dengan berinteraksi langsung dengan anak-anak, Satgas Damai Cartenz sedang menabur benih-benih kepercayaan. Sebuah memori indah akan terpatri dalam benak anak-anak Gurage: bahwa polisi adalah sosok yang ramah, pelindung, dan teman yang menyenangkan. Memori ini, ketika dipupuk secara berkelanjutan, akan tumbuh menjadi rasa memiliki dan percaya terhadap negara dan aparatnya.

Di tengah kompleksitas permasalahan yang ada, secercah cahaya seringkali datang dari hal yang paling sederhana. Sepak bola bersama di Kampung Gurage mungkin terlihat seperti aktivitas kecil, tetapi dampaknya sungguh besar. Ia adalah simbol harapan, sebuah deklarasi bahwa perdamaian adalah mungkin.

Tawa anak-anak, peluh yang bercucuran, dan bola yang menggelinding di lapangan hijau Puncak Jaya adalah senjata paling ampuh untuk membangun masa depan. Satgas Damai Cartenz telah membuktikan bahwa terkadang, untuk memenangkan hati dan pikiran, yang dibutuhkan bukanlah strategi perang yang rumit, melainkan sebuah bola dan hati yang siap untuk berbagi keceriaan. Pada hari itu, di atas awan Papua, yang menang bukan tim biru atau merah, tetapi perdamaian itu sendiri.

Klik Disini