Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Banjir Kembali Landa Mimika, Warga Mengungsi Akibat Genangan Air Setinggi 1 Meter

Banjir Kembali Landa Mimika, Warga Mengungsi Akibat Genangan Air Setinggi 1 Meter

BRIMO

Cek Sejumlah Wilayah yang Tergenang Air, Bupati Mimika Ingatkan Peran Masyarakat Ikut Atasi Banjir

INFO Tanahmerah– Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Mimika, Papua, setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut. Genangan air yang muncul dalam waktu singkat mengakibatkan rumah-rumah warga terendam, memicu keluhan dari masyarakat. Menanggapi hal ini, Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa penanganan banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat.

Banjir Cepat Terjadi, Drainase Tersumbat Sampah

Bupati Rettob mengaku menerima banyak keluhan dari warga terkait banjir yang terjadi dalam waktu singkat. Menurutnya, hujan yang hanya berlangsung sekitar 20 menit sudah cukup membuat beberapa permukiman tergenang air.

Banjir Kembali Landa Mimika, Warga Mengungsi Akibat Genangan Air Setinggi 1 Meter
Banjir Kembali Landa Mimika, Warga Mengungsi Akibat Genangan Air Setinggi 1 Meter

Baca Juga: Peringatan! Guru-Guru di Nduga Diminta Tingkatkan Kompetensi demi Masa Depan Anak Papua

“Pemerintah sudah berupaya membangun drainase, tapi kalau saluran itu dipenuhi sampah, tentu akan tetap banjir,” tegas Rettob pada Senin (18/8).

Fenomena ini menunjukkan bahwa penyumbatan saluran air oleh sampah menjadi salah satu penyebab utama banjir. Meskipun pemerintah telah menyediakan infrastruktur drainase, kebiasaan buruk sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan memperparah kondisi.

Peran Aparat Lokal dan Masyarakat dalam Penanganan Banjir

Bupati Rettob menekankan pentingnya peran aparatur tingkat bawah, seperti RT, lurah, hingga camat, dalam mengantisipasi masalah lingkungan. Ia menyatakan akan mengevaluasi kinerja mereka dalam menjaga kebersihan dan kelancaran saluran air.

“Saya akan mencatat betul peran mereka. Jangan sampai hal-hal seperti ini diabaikan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pelanggaran tata ruang, seperti pembangunan rumah tidak berizin dan perusakan infrastruktur publik, yang turut memperburuk risiko banjir.

“Kalau masyarakat tidak menjaga kebersihan dan tetap melanggar aturan, maka masalah banjir tidak akan pernah selesai. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tegas Rettob.

Turun Langsung ke Lokasi Banjir, Pemerintah Cari Solusi Jangka Panjang

Untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal, Bupati Rettob langsung turun ke lapangan meninjau beberapa titik genangan. Ia memastikan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan mencari solusi jangka panjang, termasuk:

  1. Pembersihan dan normalisasi saluran air secara berkala.

  2. Sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat.

  3. Penegakan aturan tata ruang untuk mencegah pembangunan liar.

  4. Peningkatan kapasitas drainase di daerah rawan banjir.

Kesadaran Masyarakat Kunci Utama Cegah Banjir

Banjir di Mimika bukan hanya masalah infrastruktur, tetapi juga perilaku masyarakat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, menghambat aliran air, dan tidak mematuhi aturan pembangunan memperburuk situasi.

Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan. Program seperti kerja bakti rutin, pendirian tempat sampah strategis, dan edukasi lingkungan harus digencarkan agar Mimika bisa terhindar dari bencana banjir di masa depan.

Banjir di Mimika adalah masalah kompleks yang membutuhkan sinergi semua pihak. Pemerintah telah berupaya membenahi infrastruktur, tetapi tanpa dukungan masyarakat, upaya tersebut tidak akan maksimal. Kesadaran menjaga kebersihan, disiplin membuang sampah, dan kepatuhan pada aturan tata ruang menjadi kunci utama mengatasi banjir secara berkelanjutan.

Dengan komitmen bersama, Mimika dapat menjadi contoh bagaimana gotong royong antara pemerintah dan warga mampu mengatasi masalah lingkungan secara efektif.

Klik Disini