Membuka Isolasi Papua: Jalan Trans Papua Segmen Mamberamo-Elelim Mulai Dibangun dengan Investasi Rp 3,3 Triliun
INFO Tanahmerah– Pegunungan Tengah Papua, dengan keindahan alamnya yang memesona, selama puluhan tahun menyimpan tantangan besar: isolasi geografis. Medan yang terjal, lembah yang dalam, dan keterbatasan infrastruktur transportasi membuat aksesibilitas menjadi mimpi bagi banyak masyarakat di wilayah ini. Namun, mimpi itu kini perlahan mulai diwujudkan. PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP) secara resmi telah memulai pengerjaan Jalan Trans Papua ruas vital, yaitu Segmen Mamberamo-Elelim sepanjang 50,14 kilometer (km). Dengan nilai investasi yang mencapai Rp 3,3 triliun, proyek strategis nasional ini menjadi simbol harapan baru untuk membuka pintu kemajuan bagi Provinsi Papua Pegunungan.
Mengurai Benang Kusut Isolasi Geografis
Jalan Trans Papua bukan sekadar aspal yang membentang di antara pegunungan dan lembah. Ia adalah nadi kehidupan, penghubung peradaban, dan penggerak ekonomi. Plt. Direktur HMTP, Kun Hartawan Adi Satria, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan upaya konkret untuk memutus mata rantai isolasi geografis yang menjadi tantangan terbesar masyarakat Papua Pegunungan.

Baca Juga: Di Tengah Tuntutan Keadilan bagi OAP, Pemuda Mimika Bersatu Datang dengan Aspirasi Multisektor
“Pembangunan Jalan Trans Papua sebagai upaya membuka isolasi geografis yang menjadi tantangan besar bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil Provinsi Papua Pegunungan. Jalan ini juga diharapkan akan membentuk ekosistem yang berkelanjutan sehingga dapat menghubungkan masyarakat di wilayah tersebut,” ujar Kun Hartawan, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (1/9/2025).
Dengan terbukanya akses, distribusi logistik—mulai dari bahan pokok hingga material pembangunan—akan menjadi lebih lancar dan murah. Hal ini pada akhirnya akan menekan harga barang di daerah terpencil, memperkuat ketahanan pangan, dan memacu pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih merata.
Progress Awal dan Penerapan Teknologi Mutakhir
Hingga Agustus 2025, HMTP telah menunjukkan progress yang signifikan dalam pengerjaan segmen ini. Pekerjaan awal telah dilaksanakan secara komprehensif, mencakup:
-
Pembersihan dan Pembukaan Jalur (Right of Way): Memastikan area yang akan dibangun jalan sudah jelas dan siap.
-
Pengaturan Lalu Lintas Kerja per Zona: Membagi proyek menjadi beberapa zona untuk efisiensi dan keamanan pekerjaan.
-
Pemetaan Lapangan dengan Teknologi BIM (Building Information Modelling): Menggunakan teknologi digital canggih untuk membuat model 3D yang akurat, meminimalisir kesalahan, dan mengoptimalkan perencanaan konstruksi.
Tidak hanya itu, kegiatan konstruksi fisik juga telah dimulai. Penggalian dan penimbunan tanah untuk membentuk badan jalan, pemasangan drainase di area prioritas, serta penanganan lereng rawan longsor dengan material modern seperti geomat dan concrete canvas telah dilakukan. Langkah-langkah ini crucial mengingat kontur tanah Papua yang dinamis dan rawan bencana.
Kolaborasi Kunci Keberhasilan
Kun Hartawan反复 menekankan bahwa kunci keberhasilan proyek seambisius ini terletak pada kolaborasi. “Pembangunan Jalan Trans Papua membutuhkan dukungan, kolaborasi, dan koordinasi yang kuat dari berbagai pihak,” tegasnya.
HMTP aktif menjalin sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan:
-
Kementerian Perhubungan RI: Untuk pengurusan fasilitas penimbangan kendaraan (UPPKB) dan Analisa Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN).
-
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Yalimo: Untuk pengelolaan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), memastikan pembangunan berjalan berwawasan lingkungan.
-
Aparat Keamanan (Koramil dan Polsek): Untuk menjaga stabilitas dan keamanan di sekitar area proyek.
-
Masyarakat dan Pemangku Adat Lokal: HMTP menyelenggarakan sosialisasi dan bahkan menghormati tradisi lokal seperti Bakar Batu. Pendekatan yang manusiawi dan berbudaya ini sangat penting untuk membangun trust dan dukungan dari masyarakat setempat.
Dampak Langsung bagi Masyarakat Papua
Salah satu aspek terpenting dari proyek ini adalah penyerapan tenaga kerja lokal. Hingga saat ini, dari total 413 pekerja, sebanyak 116 di antaranya atau sekitar 28% adalah tenaga kerja asli Papua. Angka ini diproyeksikan akan melonjak signifikan seiring dengan percepatan konstruksi, mencapai sekitar 2.000 orang. Ini berarti proyek infrastruktur tidak hanya membangun jalan, tetapi juga membangun kapasitas dan memberikan penghidupan yang lebih baik bagi masyarakat sekitar.
Sebuah Jalan Masa Depan yang Menghormati Budaya
Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena adalah akses vital yang menghubungkan tiga provinsi dan delapan kabupaten di Papua Pegunungan. Keberadaannya diharapkan dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat nusantara di ujung timur Indonesia.
Yang menarik, HMTP tidak hanya membangun dengan fungsi, tetapi juga dengan estetika dan penghormatan pada budaya. Desain jembatan pada ruas jalan ini akan mengintegrasikan motif Honai (rumah tradisional Papua) ke dalam elemen arsitekturalnya, khususnya pada parapet. Sebuah sentuhan yang menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur modern tidak harus mengabaikan kearifan lokal.
Menatap ke Depan
Ke depan, fokus HMTP adalah pada penanganan lereng di titik prioritas, pengaspalan segmen yang sudah siap, percepatan pembangunan abutment jembatan, dan pengiriman rangka jembatan yang telah difabrikasi.
“Konstruksi yang sedang berlangsung tidak mengganggu mobilitas masyarakat, dan jalur tetap berfungsi secara normal. Besar harapan kami agar pembangunan Jalan Trans Papua dapat diselesaikan sesuai rencana, sehingga dapat memperkuat konektivitas antarwilayah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Kun Hartawan penuh harap.
Pembangunan Jalan Trans Papua Segmen Mamberamo-Elelim adalah lebih dari sekadar proyek konstruksi. Ia adalah janji, sebuah ikrar untuk menyatukan nusantara, mengentaskan ketertinggalan, dan menorehkan jalan baru menuju masa depan yang lebih sejahtera dan terhubung untuk saudara-saudara kita di Papua Pegunungan.















